Info Pendidikan:
Home » » PENYUSUNAN LAPORAN PENELITIAN (6)

PENYUSUNAN LAPORAN PENELITIAN (6)

Written By Siti Nurjanah on Rabu, 06 Mei 2015 | 05.11

BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah berisi uraian tentang apa yang menjadi masalah penelitian, alasan mengapa masalah itu penting dan perlu diteliti. Latar belakang masalah harus menjelaskan mengapa masalah tersebut menjadi masalah dan harus diteliti. Dalam hal ini peneliti harus mampu menjabarkan kesenjangan antara kondisi ideal yang diharapkan dan realitas atau fakta yang ada.

Masalah harus juga didukung oleh fakta sehingga jelas, memang ada masalah yang perlu diteliti. Di dalam latar belakang ini dipaparkan secara ringkas tentang teori, hasil-hasil penelitian, kesimpulan seminar dan diksusi ilmiah maupun pengalaman atau pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti.
B.       Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalah rumusan secara konkret masalah yang ada, dalam bentuk pertanyaan penelitian yang dilandasi oleh pemikiran teoritis yang kebenarannya perlu dibuktikan untuk yang hipotetik. Rumusan masalah disarikan dari latar belakang dan sekaligus merupakan fokus dari penelitian, dimana setiap pertanyaan dalam rumusan masalah harus dijawab dalam kesimpulan.
C.       Tujuan Penelitian
Bagian ini mengemukakan tujuan yang ingin dicapai melalui proses penelitian. Tujuan penelitian harus jelas dan tegas. Tujuan penelitian dapat dibagi menjadi tujuan umum dan khusus. Perumusan tujuan mengacu pada masalah yang telah dirumuskan.
1.    Tujuan Umum
Tujuan umum merupakan tujuan penelitian secara keseluruhan yang ingin dicapai melalui penelitian. Hal ini bisa saja terkait dengan syarat penyelesaian studi, penambahan wacana penelitian atau upaya membantu pemecahan masalah.
2.    Tujuan khusus
Tujuan khusus merupakan penjabaran atau pentahapan tujuan umum sifatnya lebih operasional dan spesifik.Bila tujuan khusus tercapai, maka tujuan umum penelitian juga terpenuhi. Dalam hal ini tujuan khusus diarahkan untuk mencapai sasarran akhir dari pertanyaan yang ada pada rumusan masalah.
D.       Manfaat Penelitian
Bagian ini berupa uraian tentang manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitiannya untuk kepentingan bidang ilmu atau profesi si peneliti. Atau untuk kelompok instansi yang berkaitan dengan bidang keilmuan atau bidang profesi si peneliti. Dalam mengemukakan manfaat penelitian ini dapat dibedakan juga menjadi manfaat teoritis dan manfaat praktis.



BAB II
LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR

A.       Landasan Teori
Landasan teori memuat uraian yang sistematik tentang teori dasar yang relevan, fakta, hasil penelitian sebelumnya, yang berasal dari pustaka mutakhir yang memuat teori, proposisi, konsep atau pendekatan terbaru yang ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan. Landasan teori paling tidak berisi penjelasan mengenai variabel atau komponen-komponen konsep yang dapat ditemukan dari redaksi judul penelitian. Teori dan fakta yang digunakan seharusnya diambil dari sumber yang primer. Mencamtumkan nama sumbernya. Tata cara penulisan kepustakaan harus sesuai dengan ketentuan pada panduan yang digunakan.
B.       Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir memuat uraian secara logis dari sebuah penelitian mulai dari awal sampai akhir. Dalam kerangka berpikir bukan sebuah tahapan / skema, namun alur pemikiran singkat yang berasal dari logika peneliti dan pendapat ahli. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antara variabel yang akan diteliti. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antara variabel independen dan dependen. Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening, maka juga perlu dijelaskan, mengapa variabel itu ikut dilibatkan dalam penelitian. Oleh karena itu pada setiap penyusunan paradigma penelitian harus didasarkan peda kerangka berpikir.
Dikemukakan bahwa seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan  hipotesis. Kerangka pemikiran merupakan penjelasan sementara terhadap gejala yang menjadi objek permasalahan.
Kriteria utama agar suatu kerangka pemikiran bisa meyakinkan ilmuwan, adalah alur-alur pemikiran yang logis dalam membangun suatu berpikir yang membuahkan kesimpulan yang berupa hipotesis. Jadi kerangka berpikir merupakan sintesa tentang hubungan antara variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis, sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antara variabel penelitian. Sintesa tentang hubungan variabel tersebut, selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis



BAB III
METODE PENELITIAN

A.       Jenis dan Rancangan Penelitian
Bagian ini berisi uraian tentang jenis penelitian dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian.Misalnya berdasarkan pada sifat permasalahannya ada beberapa jenis penelitian.
B.       Lokasi dan Waktu Penelitian
Bagian ini berisi uraian tentang lokasi penelitiannya dan kapan penelitian ini dilaksanakan. Menuliskan lokasi penelitian minimal mencakup area desa atau alamat institusi, dan tidak boleh menyebutkan alamat personal / pribadi.
C.       Obyek Penelitian (Khusus Kualitatif)
Bagian ini berisi uraian tentang populasi yang diambil beserta karakteristiknya sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pertimbangan dalam pemilihan teknik sampling. Selanjutnya dikemukakan teknik sampling yang dipilih beserta prosedurnya dalam menentukan sampel. Rasional-rasional yang menunjukkan bahwa sampel telah mewakili populasinya juga perlu dikemukakan.
D.       Jenis dan Sumber Data
Di bagian ini dikemukakan jenis data yang diperlukan. Dapat juga diidentifikasikan jenis data yang lebih spesifik maupun jenis data penghubung yang diperlukan.Sumber data menunjukkan darimana data tersebut diperoleh.
E.       Teknik Pengumpulan Data
Bagian ini berisi uraian tentang cara dan prosedur pengumpulan data secara rinci. Bila pengumpulan data dilakukan oleh orang lain perlu dijelaskan berbagai langkah yang ditempuh oleh peneliti dalam menjamin reliabilitas dan validitas data yang diperoleh.
F.        Teknik Analisis Data
Bagian ini berisi uraian tentang cara yang digunakan dalam pengolahan dan analisis data disertai pembenaran atau alasan penggunaan cara analisis tersebut, termasuk penggunaan statistik. Misalnya teknik analisis Miles and Huberman, dan lain-lain.




BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.       Penyajian Data Hasil Penelitian
Bagian ini memuat data hasil penelitian yang relevan dengan rumusan maslah dan tujuan. Penyajian data hasil penelitian dapat berupa tabel, grafik, gambar, bagan, foto atau bentuk penyajian data yang lain.
B.       Analisis Data Hasil penelitian
Bagian ini memuat data penelitian yang dipilah dan dikelompokkan. Data dikategorisasikan berdasarkan pola jawaban atas pertanyaan pada rumusan masalah. Data yang sudah dikategorisasikan  kemudian disusun dalam sebuah alur logika. Analisis data di sini bermaksud pertama- tama mengorganisasikan data. Data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari catatan lapangan dan komentar peneliti, hasil wawancara, gambar, foto, dokumen, berupa laporan, biografi, artikel, dan sebagainya. Pekerjaan analisis data dalam hal ini ialah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberikan kode, dan mengategorikannya. Pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan menemukan tema dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substantif.
C.       Pembahasan
Dari alur logika yang berhasil dibangun, maka dibuat pembahasan konkret atas komponen-komponen yang ada dalam rumusan masalah. Bagian ini merupakan bagian yang terpenting dalam laporan penelitian. Bagian ini menunjukkan tingkat penguasaan peneliti terhadap perkembangan ilmu, paradigma, konsep, dan teori, yang dipadukan dengan hasil penelitian. Pembahasan paling tidak mencakup hal-hal sebagai berikut :
-       Penalaran hasil penellitian baik secara teoritis dan fakta sehingga dapat menjawab dengan menjelaskan rumusan masalah yang diajukan.
-       Perpaduan temuan penelitian dengan hasil penelitian sebelumnya dan konsekuensi serta pengembangannya dimasa yang akan datang.
-       Pemahaman terhadap keterbatasan penelitian yang dilakukan sehingga dapat memberikan saran bagi penelitian selanjutnya.




BAB V
PENUTUP

A.       Simpulan
Simpulan adalah intisari dari hasil eksperimen dan pernyataan mengenai hubungan hasil eksperimen dengan hipotesis, termasuk juga alasan-alasan yang menyebabkan hasil eksperimen hasil eksperimen berbeda dengan hipotesis. Jumlah kesimpulan harus sama dengan jumlah pertanyaan yang ada pada rumusan masalah, karena memang fokus penelitian hanya ada pada rumusan masalah. Kemudian, jika perlu kesimpulannya dapat diakhiri dengan memberikan masukan-masukan untuk pengujian selanjutnya. Kesimpulan juga merupakan sintesis atau pengambilan inti dari pembahasan, yang sekurang-kurangnya terdiri atas jawaban terhadap rumusan masalah dan tujuan penelitian.
Penyusunan bab tentang kesimpulan ditujukan untuk memberi ringkasan tentang:
-       Apa yang telah dipelajari (biasanya di bagian awal kesimpulan)
-       Apa saja yang masih harus dipelajari (arah penelitian berikutnya)
-       Hasil yang diperoleh dalam penelitian (evaluasi)
-       Manfaat, kelebihan, dan aplikasi temuan penelitian (evaluasi)
-       Rekomendasi
Kesimpulan seharusnya dalam bentuk yang ringkas dan jelas. Sebagai gambaran, pada banyak hasil penelitian bagian kesimpulan mencakup hingga 2,5% dari keseluruhan laporan. Kesimpulan yang terlalu panjang seringkali disebabkan memuat rincian yang tidak perlu. Bab tentang kesimpulan bukanlah tempat bagi rincian tentang metodologi atau hasil penelitian. Walaupun peneliti harus memberikan ringkasan tentang apa yang telah dipelajari dalam penelitian, ringkasan tersebut tidak harus panjang karena penekanan pada bagian kesimpulan terletak pada implikasi dan evaluasi
Bila pada bagian pendahuluan dimaksudkan untuk bergerak dari umum (bidang kajian) ke khusus (topik penelitian), maka dalam bagian kesimpulan kamu harus bergerak dari yang lebih khusus (penelitian kita) kembali ke umum (bidang kajian, bagaimana penelitian kita akan mempengaruhi dunia). Dengan kata lain, dalam kesimpulan kita harus meletakkan penelitian kita ke dalam konteks. 
B.       Saran dan Implikasi Penelitian
Saran merupakan implikasi hasil penelitian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penggunaan praktis.Sekurang-kurangnya memberi saran bagi penelitian selanjutnya, sebagai hasil pemikiran penelitian atas keterbasan penelitian yang dilakukan.Perlu juga dikemukakan bagaimana implikasi hasil penelitian yang telah dilakukan.







Written by : Siti Nurjanah | Blog Siti Nurjanah

Terimakasih telah membaca artikel: PENYUSUNAN LAPORAN PENELITIAN (6), yang ditulis oleh Siti Nurjanah, pada hari Rabu, 06 Mei 2015. Jika pembaca ingin sebarluaskan artikel diatas, mohon sertakan sumber link asli di bawah ini. Kritik, saran maupun pertanyaan dapat anda sampaikan di kotak komentar atau SMS ke; 0858-7023-2258. Ok...thanks!.

Share artikel diatas: :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support, Design & Published by: Creating Website | Johny Template | Mas Template | Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014, Author: Siti Nurjanah - All Rights Reserved